Blogroll

Jumat, 27 April 2012

Apakah Kotoran Cicak Itu Najis, Bagaimana Jika Jatuh di Bak Mandi?

cicak termasuk binatang yang diperintahkan untuk dibunuh. Karenanya dagingnya haram dimakan. Dan setiap hewan yang dagingnya haram dimakan maka kotorannya adalah najis. Ini kaidah menurut sebagian ulama, namun tidak mendapat kesepakatan para ulama. Sebagian mereka yang lain menganggap kotoran cicak adalah suci. Karena asal sesuatu itu mubah dan suci sehingga ada dalil kuat yang menerangkan najisnya. Dan menurut mereka tidak ada satu dalil yang secara jelas menunjukkan najisnya kotoran cicak.
Jikapun kotoran cicak adalah najis, namun jumlahnya itu sangat sedikit dan sulit dihindari sehingga dimaafkan. Sebagaimana darah nyamuk yang dipukul saat menempel dibaju, maka itu dimaafkan karena sedikitnya. Maka saat kotoran cicak itu jatuh di bak mandi, air di dalamnya tetap suci. Terlebih, -seperti yang Antum sebutkan- air yang di dalamnya jumlahnya banyak yang mana kotoran tersebut tidak sampai merubah bau, rasa, dan warnanya. Karenanya ia tetap pada kesuciannya. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
إِنَّ اَلْمَاءَ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ إِلَّا مَا غَلَبَ عَلَى رِيحِهِ وَطَعْمِهِ وَلَوْنِهِ
"Sesungguhnya benda najis tidak merubah air menjadi najis kecuali ia sampai merubah bau, rasa, dan warnanya." (HR. Ibnu Majah dari Abu Umamah al-Bahili)
Kotoran cicak yang jatuh di bak air Antum tidak sampai menajiskan airnya. Sehingga airnya tetap suci dan menyucikan. Anda boleh berwudhu dan mandi dari sana. Jika ingin membersihkan cukuplah Antum ambil kotorannya dan buang. Jangan buang semua air di dalamnya, karena itu perbuaran tabzir, menyia-nyiakan sesuatu. Dan menyia-nyiakan sesuatu termasuk perbuatan setan.
وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا
"Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya." (QS. Al-Isra': 26-27) Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/vos-islam.com]
Authors:

Bersikap Optimis Bikin Jantung Sehat



Bersikap Optimistis Bikin Jantung Sehat
Authors: Kompas
KOMPAS.com - Orang-orang sukses adalah orang yang memiliki optimisme dalam hidup. Ungkapan ini mungkin sering kita dengar. Namun tahukah Anda bahwa bersikap optimistis ternyata juga memiliki manfaaat bagi kesehatan, khususnya kesehatan jantung.
Dalam riset teranyar, para ilmuwan dari Harvard School of Public Health meninjau lebih dari 200 studi. Mereka menemukan bahwa perasaan positif dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Sejumlah penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kondisi mental negatif - seperti depresi, kecemasan, marah, dan permusuhan - dapat membahayakan jantung.
"Jika seseorang tidak memiliki pikiran negatif bukan berarti bahwa ia berpikir positif," kata pemimpin studi, Julia Boehm, seorang peneliti di departemen masyarakat, pembangunan manusia dan kesehatan.
"Kami menemukan bahwa faktor-faktor seperti optimisme, kepuasan hidup dan kebahagiaan berhubungan dengan penurunan risiko penyakit jantung, terlepas dari faktor-faktor seperti usia seseorang, status sosial ekonomi, merokok atau berat badan," jelasnya.
"Sebagai contoh, individu-individu yang paling optimis memiliki risiko sekitar 50 persen mengalami penurunan risiko kardiovaskular dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang kurang optimis," kata Boehm.
Bahkan, peneliti juga menemukan bahwa orang dengan kondisi psikologis yang sehat akan cenderung memiliki perilaku sehat seperti rutin berolahraga, makan makanan yang seimbang dan tidur cukup. Selain itu, individu dengan tingkat psikologis yang baik telah dikaitkan dengan penurunan risiko hipertensi, status kolesterol yang baik dan berat badan normal.
Temuan ini dipublikasikan pada 17 April 2012 secara online dalam journal Psychological Bulletin.

Kamis, 26 April 2012

Kita Turut Membunuh Bayi Palestina Jika…


Kita Turut Membunuh Bayi Palestina Jika…

Bila hari ini Anda masih saja membeli produk-produk yang mendukung eksistensi Zionis-Israel, itu\
berarti hari ini Anda bersama dengan Zionis Israel, sudah ikut membunuhi bayi-bayi Palestina.
Banyak kalangan mengatakan bahwa memori umat Islam itu pendek. Pernyataan ini ternyata ada benarnya. Ketika seorang DR. Yusuf Qaradhawi mengeluarkan fatwa boikot dan mengharamkan umat Muslim membelanjakan uangnya membeli produk-produk Zionis di bulan November 2000, maka nyaris serentak Dunia Islam menyambutnya dengan gempita. Aksi boikot bergaung ke seluruh dunia.
Dalam waktu tidak sampai dua tahun sejak fatwa boikot itu dikeluarkan, perekonomian Zionis-Israel nyaris bangkrut. Buku “Ketika Rupiah Jadi Peluru Zionis” (Rizki Ridyasmara; Alkautsar; 2006) mencatat fenomena ini dengan lugas:
Mantan PM Israel Ehud Barak, pada 3 Juli 2002, mengatakan bahwa perekonomian Israel tengah berada dalam titik kritis. PM Israel Ariel Sharon mengamininya dan berkata, “Saat ini kami tengah berada dalam situasi amat sulit.”
Dalam kesempatan lain, Menteri Keuangan Israel Silvan Shalom juga mengeluh bahwa investor luar negeri telah kehilangan kepercayaan untuk menanamkan investasinya di wilayah pendudukan Zionis-Israel. Grafik perekonomian Israel menunjukkan penurunan yang amat berarti.
Pekan pertama Juli 2002, data statistik resmi Israel menunjukkan jumlah turis yang datang mengunjungi negeri Zionis itu dalam satu musim di tahun 2002 hanya berjumlah 33.000. Padahal dalam periode yang sama di tahun 2001, tercatat 116.000 turis mengunjungi negeri Zionis itu, dan pada periode 2000 terdapat 500.000 turis. Ini berarti hanya dalam waktu dua tahun, jumlah turis yang mengunjungi Israel mengalami penurunan lebih dari 90 persen!.
Dalam waktu yang sama, tingkat hunian hotel-hotel di Israel juga turun drastis hingga 47 persen. Haim Shapiro yang menulis untuk Harian Jerusalem Post menyatakan hal itu dengan mengutip laporan Asosiasi Perhotelan Israel. Bahkan bila dibandingkan dengan musim kunjungan di tahun 2000, sebelum meletus intifadhah dan seruan boikot, tingkat hunian hotel di Israel mengalami penurunan hingga 80 persen.
Dari daftar laporan itu diketahui, tingkat hunian hotel di Eilat hanya 10 persen, di Laut Mati hanya 4 persen, Herzliya 5 persen, dan Haifa 4 persen. Ini adalah angka terburuk dalam sejarah Israel. Dengan sendirinya, perusahaan maspakai penerbangan Israel, El Al, juga mengurangi jumlah penerbangan ke Eropa dan Amerika hingga 10-30 persen. Ini dinyatakan oleh pejabat CEO El Al-Yitzchak Amitai.
Dalam bidang industri militer, Israel juga mengalami pukulan yang hebat akibat intifadhah dan boikot. Kontraktor bidang pertahanan Israel, Israel Military Industries (IMI), sampai mem-PHK sekitar 800 hingga 1.000 pekerjanya, menutup sekurangnya lima unit pabrik senjatanya, menggabungkan (merger) unit-unit usaha yang dianggap bisa dilakukan sebagai langkah efisiensi, dan memikirkan kemungkinan upaya privatisasi. Itu dinyatakan oleh pimpinan IMI Arieh Mizrahi dalam rapat resmi dengan Federasi Pekerja Histadrust yang dipimpin oleh MK Amir Peretz.
Dalam laporannya, IMI mengalami defisit keuangan yang dianggap berbahaya, sekitar 30-40 juta dollar AS di tahun 2002, padahal IMI merupakan salah satu industri strategis Israel yang paling bergengsi dan besar.
Kampanye boikot dan gerakan intifadhah yang berlangsung di Dunia Islam juga menyebabkan Israel harus kehilangan investasinya dalam jumlah yang sangat besar. WartawanHa’aretz, Oded Hermoni, menulis sebuah laporan yang menyebutkan bahwa Venture Capital Funds (VCs) yang menanamkan investasi di Israel antara tahun 1999 hingga 2001 telah kehilangan hingga 5 miliar dollar AS dari keseluruhan investasi sebesar 6, 5 miliar dollar AS.
Yoram Tietz dari Ernst & Young Israel (Kost, Forer & Gabbay) menyatakan, “Yang bisa diterangkan adalah, 2 miliar dollar AS hilang disebabkan ditutupnya sejumlah perusahaan, sedang yang 3 miliar dollar AS hilang disebabkan terdepresi oleh situasi perekonomian dan politik di Israel yang terus-menerus menunjukkan grafik yang kurang menguntungkan.”
Dalam kuartal kedua tahun 2002, laba yang diperoleh perusahaan-perusahaan hi-tech di Israel dari sisi investasi dan kerjasama proyek mengalami penurunan tajam hingga 43 persen atau 291 juta dollar AS dibanding pendapatan dalam kuartal yang sama di tahun 2001. Temuan ini dilaporkan oleh Israel Venture Capital (IVC). Data ini diperoleh setelah IVC melakukan survey terhadap 99 perusahaan penanaman modal dan 68 kelompok perusahaan yang terkemuka di Israel.
Kolapsnya Zionis-Israel menghapus mitos selama ini bahwa negeri Zionis itu tidak terkalahkan oleh apa pun. Aksi intifadhah yang digelorakan Mujahidin Palestina dan disertai kampanye aksi boikot yang secara massif diikuti mayoritas umat Islam di Timur Tengah, dan sebagian lagi di Asia, Afrika, Eropa, serta Amerika, mampu meremukkan perekonomian negeri Zionis tersebut.
Pertanyaannya adalah, “Jika benar-benar kolaps, mengapa hingga kini Israel bisa tetap eksis dan bahkan menjadi semakin kuat?” Jawabannya ada pada Amerika Serikat di mana tokoh-tokoh pro-Zionis di negeri itu segera bertindak pro-aktif membantu Zionis-Israel.
Presiden George W. Bush dengan cepat menyetujui program bantuan AS kepada Israel tahun 2002 sebesar 2, 04 miliar dollar AS dalam bidang militer dan persenjataan, serta 730 juta dollar AS dalam bidang keuangan. Jumlah bantuan AS ini nyaris mendekati 20 persen dari total bantuan luar negeri AS ke seluruh dunia. Tapi jumlah ini pun dirasa tidak cukup. Kongres AS mengusulkan Gedung Putih agar menaikkan jumlah bantuan kepada Israel dan akhirnya disetujui.
Ini baru bantuan yang bersifat resmi dari pemerintah ke “pemerintah”. Belum lagi donasi-donasi lain dari berbagai sumber pendanaan swasta di Amerika yang mengalir ke Israel.
Kolapsnya perekonomian Israel cukup mengejutkan tokoh dan pejabat Zionis-Yahudi di Washington. Sungguh hebat daya hantam aksi boikot yang dilakukan oleh negara-negara Arab dan lainnya tersebut. Berbagai tokoh zionis di Amerika dan juga negara-negara lain dengan cepat menggalang aksi solidaritas bagi Israel.
Di Amerika, Paul Wolfowitz, pejabat Gedung Putih yang juga seorang Yahudi garis keras, menggalang acara solidaritas Israel yang diberi nama “Stand With Israel”. Aksi solidaritas yang diikuti ratusan ribu kelompok pro-Israel ini diisi acara penggalangan dana solidaritas untuk Israel. Dalam waktu singkat, ratusan juta dollar AS berhasil dihimpun. Acara penggalangan dana juga dilakukan di berbagai pertemuan kelompok-kelompok pro Israel, juga di internet dan media massa. Para pengusaha zionis di AS juga menyalurkan bantuan dalam jumlah besar ke Israel. Dalam waktu singkat, Israel yang sesungguhnya telah “melihat gerbang kematian”, kembali bugar.
Bagaimana dengan umat Islam? Gaung aksi boikot ternyata hanya ‘hangat-hangat tahi ayam’. Banyak yang berdalih bahwa kita tidak bisa hidup tanpa produk Amerika. Alasan seperti ini sungguh tidak masuk di akal, karena bunyi fatwanya adalah mengharamkan membelanjakan uang kita untuk membeli produk Zionis, bukan mengharamkan kita memakai atau mengkonsumsinya. Yang jadi persoalan adalah mengucurkan uang kita untuk mereka, bukan pada produknya.
Daftar Produk yang Diboikot Dunia Islam
Usai memimpin shalat Jum’at di Masjid Umar, Qatar, Dr. Yusuf Qaradhawy naik ke mimbar dan mengeluarkan fatwa boikot produk pendukung Zionis-Israel, “Tiap-tiap riyal, dirham, dan sebagainya, yang digunakan untuk membeli produk dan barang Israel atau Amerika, dengan cepat akan menjelma menjadi peluru-peluru yang merobek dan membunuhi pemuda dan bocah-bocah Palestina. Sebab itu, diharamkan bagi umat Islam membeli barang-barang atau produk musuh-musuh Islam tersebut. Membeli barang atau produk mereka, berarti ikut serta mendukung kekejaman tirani, penjajahan, dan pembunuhan yang dilakukan mereka terhadap umat Islam di belahan dunia lainnya...”
Fatwa ini kemudian mendapat dukungan dari segenap ulama dunia. Di Indonesia, Allahuyarham Ust. Rahmat Abdullah yang ditemui Eramuslim pada tahun 2001 berpesan, “Sudah jelas bagi kita, tiap produk yang mereka bikin selalu menghasilkan keuntungan yang sebagian besarnya dibelikan peluru untuk dipakai membunuhi Muslim Palestina. Kita wajib menunaikan jihad ini hingga Al-Aqsha bisa bebas dari cengkeraman kuku Zionis…”
Aneka produk yang masuk dalam daftar boikot ini karena diketahui mendukung eksistensi Zionis-Israel dicatat secara teliti oleh para mujahid dakwah di London dan dimuat dalam situs www.inminds.co.uk/boycott-israel.html. Beberapa di antaranya adalah:
·         McDonalds’
·         Starbucks
·         Sara Lee
·         Coca-Cola
·         Fanta
·         Sprite
·         Danone
·         Nestle
·         IOL
·         Microsoft
·         (untuk lengkapnya silakan lihat di situs tersebut)
Apakah aksi boikot ini berarti tidak mengkonsumsi atau tidak menggunakan produk-produk di atas? Bukan. Maksud boikot ini adalah Tidak Membelanjakan Uang, jadi bukan mengkonsumsi atau menggunakannya. Jika kita masih saja enggan, itu berarti kita masih saja ikut dengan Zionis-Israel membunuhi bayi-bayi Palestina yang tak berdosa. Sudah siapkah kita mempertanggungjawabkan semua itu di akhirat? (Rz)

USU Dalam Syair

Riuh derap langkah pasti itu
Menghujani di setiap lorong Pintu
Pepohon tua dengan gagah berbangga
Telah menjadi penyejuk para pemilik langkah
Kampus hijau di Dr. Mansur
Berpuluh tahun dalam diammu
Melahirkan berjuta Sang Pemimpi
Wibawamu mengalahkan kokohnya Auditorium di Pintu 2
Segan melewati jalanmu yg memar
Sebagai bukti besarnya pengorbananmu
Suara Adzan di setiap titik Fakultas
Menggema mengobarkan kehangatan
Menambah Anggun USU-ku

Sabtu, 21 April 2012

Tarbiyah Character's


1. Salimul Aqidah
Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam (QS 6:162).
Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.
2. Shahihul Ibadah.
Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan: “solatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku solat”. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap ibadah haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.
3. Matinul Khuluq.
Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat.
Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw ditutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung” (QS 68:4).
4. Qowiyyul Jismi.
Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi peribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani bererti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Solat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sihat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.
Oleh karena itu, kesihatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasulullah Saw bersabda yang artinya: “Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah” (HR. Muslim).
5. Mutsaqqoful Fikri
Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berpikir, misalnya firman Allah yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah: “pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir” (QS 2:219).
Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Bisa kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.
Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).
6. Mujahadatul Linafsihi.
Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatul linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu.
Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam)” (HR. Hakim).
7. Harishun Ala Waqtihi.
Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya.
Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: “Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu”. Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.
Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk mengurus waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.
8. Munazhzhamun fi Syuunihi.
Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.
Dengan kata lain, suatu urusan dikerjakan secara profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya kontinyuitas dan berbasih ilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.
9. Qodirun Alal Kasbi.
Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan apabila seseorang memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Disebabkan itu pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah, dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.
Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rezeki dari Allah Swt, karena rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.
10. Nafi’un Lighoirihi.
Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tidak mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya.
Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda yang artinya: “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Qudhy dari Jabir).

Minggu, 15 April 2012

Dakwah Menuntunku ke Surga

               “  DAKWAH MENUNTUNKU KE SYURGA “
ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB………..
                  Dalam sebuah kisah , dua ungkapan yang terlontar dari lisan ulama salaf berikut ini . ”Seandainya raja-raja dan anak raja itu mengetahui apa yang kami rasakan , pasti mereka mengikuti kami dengan pedang untuk mendapatkan kesenangan yang kami miliki . “  “Sungguh sengsara sekali orang-orang yang lalai . Merka meninggalkan dunia ini , tapi mereka belum pernah merasakan kenikmatan yang paling indah di dunia ini.”

Wahai SaudaraQ…..
Tahukah engkau apa kesenangan yang di katakan oleh mereka..?
       Ternyata , kesenangan yang di maksud adalah dakwah . Sungguh menarik sekali , karena ternyata dakwah bagi mereka tidak hanya menjadi sarana untuk mencapai puncak kebahagiaan , tetapi dakwah juga menjadi kebahagiaan itu sendiri . Para ulama salaf itu mengalami saat-saat bahagia yang luar biasa ketika mereka bergelut dalam aktivitas dakwah .
        Bahagia itu ada saat kita punya suatu harapan di depan sana bahwa kita akan bahagia .Saat kita mempunyai mimpi bahwa apa yang kita sampaikan atau berikan kepada saudara kita akan bermanfaat buatnya dalam membantu meraih apa yang di butuhkan dan di harapkannya .
SaudaraQ…..
Betapa bahagianya diri ini ketika bisa memberikan sesuatu untuk orang lain . Memberikan apa yang mereka tidak pinta kepada kita , tapi dengan hati yang ikhlas kita memberikan apa yang kita punya untuk di sumbangkan , walaupun itu hanya sekedar ucapan dari lisan kita yang membuat dia bahagia . Memberikan senyuman terindah yang kita miliki , yang membuat hatinya menjadi tenteram . Memberikan tangan dan kaki ini untuk membantunya dalam menangani suatu urusan . Dan memberikan hati ini untuk terus mendoakannya .
          ISLAM itu membuat kita bersudara , begitu juga dengan dakwah . Dakwah mempererat persaudaraan diantara kita . Dakwah menunjukkan bahwa aku membutuhkan saudaraku dan saudaraku membutuhkan aku . “ Diriku adalah sarana untuk saudaraku masuk surga dan saudaraku adalah sarana untukku masuk surga “ . Tak ada yang bisa untuk di sombongkan , tidak ada perasaan bahwa aku lebih baik dari dia atau dia lebih baik dariku , karena kita sudah paham bahwa tanpanya aku tidak mungkin masuk surga .
           Ketahuilah bahwa dalam melaksanakan dakwah ini , kita bagaikan kapal di tengah lautan yang terombang ambing karena kuatnya ombak yang menerjang , tetapi dengan gigihnya nahkoda kapal akan terus mempertahankan agar kapalnya bisa terus bertahan dan sampai ke tujuan . Begitu juga dengan dakwah ini saudaraQ . Tidak semua yang kita lakukan akan dengan mudah memperoleh hasil , ada kalanya kita menemukan ujian dalam melakukannya dan setelah kita berhasil maka akan ada kebahagiaan yang menanti di depan sana , kebahagiaan yang tidak akan pernah di rasakan oleh orang yang bukan orang – orang pilihan .
          “Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga , padahal belum datang kepadamu (cobaan ) seperti ( yang dialami ) orang-orang terdahulu sebelum kamu . Mereka di timpa kemelaratan , penderitaan dan di guncang (dengan berbagai cobaan ) , sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman berkata : “kapankah datang pertolongan Allah ? “ Ingatlah sesungguhnya Pertolongan Allah itu dekat . (Al – Baqaroh : 214 ) .
                Semua masalah pasti ada jalan keluarnya , ingatlah bahwa masalah itu kecil tetapi Allah Maha Besar . Masalah itu sangatlah kecil , hanya saja bagaimana kita bisa menempatkan masalah itu sehingga terasa benar-benar kecil . Ketahuilah dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang (Ar –Ra’du :28 ) .
         Teruslah bergerak wahai SaudaraQ…..,
Jangan biarkan Kebahagiaan itu semakin jauh darimu , buatlah kebahagiaan itu yang mengejarmu dan terus mengikutimu bukan kamu yang mengejar kebahagian . Ciptakan dalam benakmu bahwa aku akan bahagia ketika aku berada di jalan dakwah ini dan terus memberikan konstribusi dalam meningkatkan kualitas dakwah ini.

         SEMANGAT KADER DAKWAH !!!
       
 ALLAH KAN SELALU MENGAWASIMU , DAN KAMI KAN SELALU MENDOAKANMU …….

                               ……… ALLAHUAKBAR………

Senin, 02 April 2012

Susunan Kepengurusan Forum Kajian Islam (FORKIS) RUFAIDAH

SUSUNAN KEPENGURUSAN

FORUM KAJIAN ISLAM (FORKIS) RUFAIDAH
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
PERIODE 2011-2012 SEMESTER B

Ketua Umum : Mustopa Habibi Lubis (D3 Keperawatan/2009)
Sekretaris Umum : Putri Mariati Novita (S1 Keperawatan/2009)
Bendahara Umum : Latifah Ritonga (D3 Keperawatan/2011)

Ka. Dept. Kaderisasi : Muhammad Rois Almaududy (S1 Keperawatan/2011)
Sek. Dept. Kaderisasi : Silvi Dellani (S1 Keperawatan/2009)
Anggota Kaderisasi : Fauzan Suherdi (S1 Keperawatan/2011)
: Diana Lestari (S1 Keperawatan/2011)
: Astuti Lubis (S1 Keperawatan/2011)
: Ari Irwanto (D3 Keperawatan/2011)

Ka. Dept. Keputrian : Fitriani (S1 Keperawatan/2010)
Sek. Dept. Keputrian : Rahmayani (S1 Keperawatan/2011)
Anggota Keputrian : Rica Lestari (S1 Keperawatan/2011)
: Warnila (S1 Keperawatan/2011)
: Nurhafizoh (D3 Keperawatan/2011)

Ka. Dept. Infokom/Humas : Zakiyyah Syafawani (S1 Keperawatan/2010)
Sek. Dept Infokom/Humas : Yuhana Tambunan (D3 Keperawatan/2011)
Anggota Infokom/Humas : Iim Pratiwi (S1 Keperawatan/2010)
: Nurul Rahmah Suhayat (S1 Keperawatan/2011)
: Nurkholila (D3 Keperawatan/2011)

Ka. Dept. Danus : Khairunnas Nasution (D3 Keperawatan/2011)
Sek. Dept. Danus : Nismah Rambe (D3 Keperawatan/2011)
Anggota Danus : Rahimi (S1 Keperawatan/2011)
: Rafika Nur Siregar (S1 Keperawatan/2011)

Ka. Dept. Ilmiy : Dedi Satriawan Siregar (S1 Keperawatan/2011)
Sek. Dept. Ilmiy : Sartika Nina Novita (S1 Keperawatan/2010)
Anggota Ilmiy : Fithri Hervianti (S1 Keperawatan/2010)
: Nur Rizqi Maimunah S (S1 Keperawatan/2011)
: Nurhalimah (D3 Keperawatan/2011)

Ka. Dept. MAI : Putri Purnama Sari (S1 Keperawatan/2009)
Anggota MAI
a. PSDM : Siti Rawiyah Pane (D3 Keperawatan/2011)
b. ADM : Silvia Herlina (S1 Keperawatan/2011)